Assalamu'alaikum,,

Rabu, 26 September 2012

setelah putih abu-abu


Tujuan saya memilih Pendidikan Fisika sebenarnya karena saran orang tua saya, sebenarnya saya ingin sekali menjadi seorang dokter, tetapi memang jalan saya ada di sini, menjadi seorang guru pun bukan suatu profesi yang salah. Saya percaya Alloh memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Tahun pertama di UNS disebut kehidupan perkuliahan masih mirip seperti masa-masa SMA, jadwal dan mata kuliah yang diambil sudah diatur, mata kuliahnya pun masih mirip dengan mata kuliah di SMA dengan tambahan mata kuliah pengenalan jurusan. Target di tahun pertama cukup tercapai, dapat mengikuti kuliah dengan baik dengan hasil yang cukup memuaskan bagi saya.
Kehidupan di Tahun Kedua

Di tahun kedua, kehidupan kuliah udah benar-benar berbeda, mata kuliah benar-benar sudah berbeda dari SMA, sudah berasa banget fisikanya,ada mata kuliah Mekanika, Fisika Matematika, Elektronika Dasar, Thermodinamika, dsb. Dan sejak tahun pertama yang paling bikin stress adalah praktikumnya, praktikum yang hanya 1 sks tapi paling menghabiskan waktu, dari pendahuluan praktikum, praktikum, sampe pembuatan laporan mengalahkan waktu yg dipake buat belajar mata kuliah 3 sks. Tapi setidaknya praktikumnya terkadang lebih menyenangkan daripada setiap hari mengikuti perkuliahan di kelas.
Sekarang di Tahun Ketiga
Sekarang di semester lima, semua mata kuliah level kesusahan dan keabstrakannya semakin tinggi lagi. Mengeluh juga tidak akan menghasilkan apa-apa. Kehidupan di tahun ketiga saya dimulai, tak terasa sudah mencapai tahun ketiga, berarti satu tahun lagi mencapai tahun ke empat, semoga itu menjadi tahun terakhir saya kuliah S1, menjadi tahun kelulusan saya.
Di semester ini, dengan pengalaman dari semester-semester sebelumnya saya ingin memperbaiki manajemen waktu saya sehingga saya dapat menyeimbangkan antara kuliah saya dan kegiatan saya di luar kuliah. Tujuan pertama di setiap semester adalah memperbaiki semester yang lalu, dengan hasil yang lebih baik. Di semester ini pun begitu, saya ingin memperoleh hasil yang dapat membuat orang tua saya tersenyum dengan hasil itu (lebih baik daripada tahun sebelumnya).  Ini adalah tahun ketiga saya kuliah di jurusan Pendidikan Fisika ini, saya berharap di tahun keempat adalah tahun graduation saya dan saya lulus dengan predikat lulus dengan pujian dan melanjutkan belajar di universitas yang saya impikan sejak lama.
Inilah jalan saya, saya ingin membahagiakan orang tua saya, dan menikmati proses kehidupan saya.. Meskipun terkadang masih mengecewakan. Empat semester dengan nilai IP yang naik turun seperti gunung, tapi Alhamdulillah masih dalam batas aman target saya sejak saya masuk kuliah. Selama empat semester ini Alhamdulillah nilai (IP)  saya tidak mengecewakan meskipun belum mencapai target. Jika diukur dengan skala (%) ketercapaian saya memperoleh nilai yg memuaskan bagi diri saya dan orang tua, mungkin saya sudah mencapai 90 %, semoga tercapai sampai 100%. Tapi langkah saya meraih mimpi saya masih panjang.
Rasa malas dan manajemen waktu yang acak-acakkan, membuat saya sering tidak maksimal mengerjakan tugas-tugas kuliah. Susahnya membagi waktu antara tugas-tugas kuliah dan tanggung jawab organisasi menjadi kendala tersendiri dalam mengikuti perkuliahan semester ini. Sebisa mungkin mengatur waktu agar semuanya seimbang, menjadi langkah utama agar tugas dan tanggung jawab tak terlalaikan, tanggung jawab terhadap Alloh,  orang tua, dan orang orang di sekeliling saya.
Saya bangga dengan orang tua saya, mereka yang selalu memberi semangat. Mereka sumber semangat  dan mereka yang selalu saya ingat ketika saya terpuruk. Mereka yang selalu tersenyum meski mereka kadang terluka oleh ulah saya. Saya bahagia mempunyai orang tua seperti mereka. Saya juga mempunyai sahabat-sahabat yang saling mendukung dalam mencapai mimpi, berjuang bersama, belajar bersama, dan saling memberi semangat. Terima kasih ayah dan ibu, sahabat-sahabat saya, guru saya sejak TK sampai kuliah. Terima kasih bapak ibu dosen. Semoga dua tahun terakhir ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Amin.
”Saya percaya bahwa cita-cita seperti sebuah gunung.
 Ketika kita melihat gunung dari jauh, yang kita lihat adalah sesuatu yang besar nan megah, berwarna kebiruan dan sangat indah. Saat kita ingin mencapai puncak gunung, maka perlahan lahan kita akan mendekati gunung tersebut. Awalnya, gunung yang kita lihat biru tadi lama-kelamaan berubah menjadi warna kehijauan, tidak seperti apa yang kita lihat dari kejauhan. Semakin dekat lagi, kita tidak akan melihat pemandangan gunung yang indah tadi, api yang kita lihat adalah hutan yang dipenuhi pohon-pohon besar. Lebih dekat lagi ke puncak gunung, kita akan disulitkan dengan medan yang cukup terjal dan berbahaya, tentu saja kita disini tidak lagi disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Namun setelah kita mencapai puncak gunung, semuanya akan berbeda, kita melihat pemandangan yang sangat indah dan tentunya sebanding dengan usaha kita untuk mencapai puncak gunung tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar