Tujuan
saya memilih Pendidikan Fisika sebenarnya karena saran orang tua saya, sebenarnya
saya ingin sekali menjadi seorang dokter, tetapi memang jalan saya ada di sini,
menjadi seorang guru pun bukan suatu profesi yang salah. Saya percaya Alloh
memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Tahun pertama
di UNS disebut kehidupan perkuliahan masih mirip seperti masa-masa SMA, jadwal
dan mata kuliah yang diambil sudah diatur, mata kuliahnya pun masih mirip
dengan mata kuliah di SMA dengan tambahan mata kuliah pengenalan jurusan.
Target di tahun pertama cukup tercapai, dapat mengikuti kuliah dengan baik
dengan hasil yang cukup memuaskan bagi saya.
Kehidupan
di Tahun Kedua
Di
tahun kedua, kehidupan kuliah udah benar-benar berbeda, mata kuliah benar-benar
sudah berbeda dari SMA, sudah berasa banget fisikanya,ada mata kuliah Mekanika,
Fisika Matematika, Elektronika Dasar, Thermodinamika, dsb. Dan sejak tahun
pertama yang paling bikin stress adalah praktikumnya, praktikum yang hanya 1
sks tapi paling menghabiskan waktu, dari pendahuluan praktikum, praktikum, sampe
pembuatan laporan mengalahkan waktu yg dipake buat belajar mata kuliah 3 sks.
Tapi setidaknya praktikumnya terkadang lebih menyenangkan daripada setiap hari
mengikuti perkuliahan di kelas.
Sekarang
di Tahun Ketiga
Sekarang
di semester lima, semua mata kuliah level kesusahan dan keabstrakannya semakin
tinggi lagi. Mengeluh juga tidak akan menghasilkan apa-apa. Kehidupan di tahun
ketiga saya dimulai, tak terasa sudah mencapai tahun ketiga, berarti satu tahun
lagi mencapai tahun ke empat, semoga itu menjadi tahun terakhir saya kuliah S1,
menjadi tahun kelulusan saya.
Di
semester ini, dengan pengalaman dari semester-semester sebelumnya saya ingin
memperbaiki manajemen waktu saya sehingga saya dapat menyeimbangkan antara
kuliah saya dan kegiatan saya di luar kuliah. Tujuan pertama di setiap semester
adalah memperbaiki semester yang lalu, dengan hasil yang lebih baik. Di semester
ini pun begitu, saya ingin memperoleh hasil yang dapat membuat orang tua saya
tersenyum dengan hasil itu (lebih baik daripada tahun sebelumnya). Ini adalah tahun ketiga saya kuliah di jurusan
Pendidikan Fisika ini, saya berharap di tahun keempat adalah tahun graduation
saya dan saya lulus dengan predikat lulus dengan pujian dan melanjutkan belajar
di universitas yang saya impikan sejak lama.
Inilah
jalan saya, saya ingin membahagiakan orang tua saya, dan menikmati proses
kehidupan saya.. Meskipun terkadang masih mengecewakan. Empat semester dengan
nilai IP yang naik turun seperti gunung, tapi Alhamdulillah masih dalam batas
aman target saya sejak saya masuk kuliah. Selama empat semester ini
Alhamdulillah nilai (IP) saya tidak
mengecewakan meskipun belum mencapai target. Jika diukur dengan skala (%)
ketercapaian saya memperoleh nilai yg memuaskan bagi diri saya dan orang tua,
mungkin saya sudah mencapai 90 %, semoga tercapai sampai 100%. Tapi langkah
saya meraih mimpi saya masih panjang.
Rasa
malas dan manajemen waktu yang acak-acakkan, membuat saya sering tidak maksimal
mengerjakan tugas-tugas kuliah. Susahnya membagi waktu antara tugas-tugas
kuliah dan tanggung jawab organisasi menjadi kendala tersendiri dalam mengikuti
perkuliahan semester ini. Sebisa mungkin mengatur waktu agar semuanya seimbang,
menjadi langkah utama agar tugas dan tanggung jawab tak terlalaikan, tanggung
jawab terhadap Alloh, orang tua, dan
orang orang di sekeliling saya.
Saya
bangga dengan orang tua saya, mereka yang selalu memberi semangat. Mereka sumber
semangat dan mereka yang selalu saya
ingat ketika saya terpuruk. Mereka yang selalu tersenyum meski mereka kadang
terluka oleh ulah saya. Saya bahagia mempunyai orang tua seperti mereka. Saya juga
mempunyai sahabat-sahabat yang saling mendukung dalam mencapai mimpi, berjuang
bersama, belajar bersama, dan saling memberi semangat. Terima kasih ayah dan
ibu, sahabat-sahabat saya, guru saya sejak TK sampai kuliah. Terima kasih bapak
ibu dosen. Semoga dua tahun terakhir ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Amin.
”Saya
percaya bahwa cita-cita seperti sebuah gunung.
Ketika kita melihat gunung dari jauh, yang
kita lihat adalah sesuatu yang besar nan megah, berwarna kebiruan dan sangat
indah. Saat kita ingin mencapai puncak gunung, maka perlahan lahan kita akan
mendekati gunung tersebut. Awalnya, gunung yang kita lihat biru tadi
lama-kelamaan berubah menjadi warna kehijauan, tidak seperti apa yang kita
lihat dari kejauhan. Semakin dekat lagi, kita tidak akan melihat pemandangan
gunung yang indah tadi, api yang kita lihat adalah hutan yang dipenuhi
pohon-pohon besar. Lebih dekat lagi ke puncak gunung, kita akan disulitkan
dengan medan yang cukup terjal dan berbahaya, tentu saja kita disini tidak lagi
disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Namun setelah kita mencapai puncak
gunung, semuanya akan berbeda, kita melihat pemandangan yang sangat indah dan
tentunya sebanding dengan usaha kita untuk mencapai puncak gunung tersebut.












0 komentar:
Posting Komentar